Bagi para orang tua, sebenarnya tidak perlu risau ketika anak-anak kita begitu “kecanduan” dengan yang namanya handphone. Tidak perlu menjadi khawatir, bahwa media tersebut bisa membuat anak-anak kita menjadi “rusak”. Kenapa, karena teknologi adalah sebuah alat atau media, dia akan bisa menjadi rusak ketika kita tidak bisa menjadikannya media yang bermanfaat.
Mungkin sebagian orang tua bingung, bagaimana menjadikan media tersebut bermanfaat. Pikiran tersebut pasti menjadi satu tanda tanya besar dalam diri setiap orang tua. Terlebih bagi kita para orang tua yang seharian sibuk dengan aktivitas pekerjaan kantor. Di satu sisi orang tua merasa perlu mendapatkan dana tambahan demi memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anaknya. Tetapi di pihak lain, orang tua juga khawatir, pada saat mereka berdua sibuk dengan pekerjaan kantor anak-anak mereka kurang terkontrol terutama dalam hal penggunaan media seperti handphone.
Ada dua solusi terbaik yang bisa di jalankan oleh para orang tua yang memiliki keterbatasan dalam mengontrol penggunaan handphone bagi anak-anaknya. Cara pertama adalah mencoba membuat beberapa peraturan yang mesti dijalankan atau ditaati oleh anak-anak mereka. Seperti misalnya : (a). Orang tua membatasi penggunaan handphone sehingga anak tahu batasan waktunya (b) Orang tua harus memberikan contoh terbaik bagi anak-anaknya dalam penggunaan handphone (c) Usahakan selama orang tua berada di rumah, kurangi asik bermain handphone tetapi perbanyak bermain dengan anak-anak (d) Alihkan perhatian anak kepada handphone dengan permainan atau hal lain yang bisa membuat anak menjadi tidak fokus dengan handphone (e) Buat satu contoh aturan sederhana namun efektif. Misalnya dibuat kesepakatan bersama dalam keluarga siapa yang melanggar dalam penggunaan handphone akan diberikan sanksi. Ini bukan untuk membuat anak menjadi takut, tetapi mencoba mengajarkan kepada anak, bagaimana belajar bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya.
Cara kedua dengan memasukan anak ke dalam model sekolah yang bernama Homeschooling. Jangan dilihat bahwa homeschooling adalah model sekolah ekslusif yang saat ini hanya bisa diperuntukan bagi anak- anak yang sudah “bekerja” sebagai artis. Atau jangan juga melihat Homeschooling ini sebuah model pendidikan untuk membuat anak-anak kita terbebas dari pengaruh buruk teman-temannya ketika anak sekolah formal. Tetapi cara terbaik yang secara bijak para orang tua pikirkan adalah bahwa Homeschooling ini alternatif terbaik bagi para orang tua dalam memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anaknya.
Terkait penanganan masalah kecanduan anak dalam penggunaan handphone, maka dengan model sekolah Homeschooling masalah tadi bisa terselesaikan. Lantas yang jadi pertanyaan apakah mungkin, jelas mungkin dilakukan. Karena sistem sekolah yang dijalankan dengan model Homeschooling akan menjadikan anak itu bukan objek dari para pengajar, tetapi anak adalah mitra belajar dari para guru yang mengajar sekolah Homeschooling.
Sehingga kesuksesan belajar tidak ditentukan dari si anak, tetapi juga dari para pengajarnya sendiri. Dan bagi para pengajar, mereka tidak hanya mengajar untuk mengoptimalkan otak sebelah kanan saja, tetapi otak sebelah kiri juga akan menjadi prioritasnya. Sehingga penggunaan handphone bisa menjadi media untuk mengoptimalkan kedua otak dari si anak tersebut.
Kini tidak ada lagi kekuatiran bagi para orang tua yang sibuk, yang kesehariannya bekerja di luar rumah untuk menambah income. Karena ada seorang pengajar yang akan bisa menjadi seorang guru, seorang teman, seorang sahabat dan sekaligus menjadi wakil dari orang tua mereka. Inilah solusi terkini yang bisa dipilih para orang tua dari pada harus membatasi anak atau melarang anak menggunakan handphone.
Namun jangan salah, jika Homeschooling adalah pilihan terbaik anda para orang tua dalam memberikan pendidikan yang terbaik. Pilihlah Homeschooling yang memang bisa memenuhi kriteria seperti yang kami jelaskan diatas. Dan salah satu Homeschooling itu anda bisa dapatkan dalam https://laskarui.com/homeschooling.