| Pendaftaran Siswa
08222 333 1144 I 0812 1233 2163
Selamat Datang di Laskar UI!

8 Tips Melatih Kemandirian Sang Buah Hati di Rumah

8 Tips Melatih Kemandirian Sang Buah Hati di Rumah
November 16, 2021 laskarui
In News

Melihat perkembangan sang buah hati kita yang bisa menjadi pribadi  yang mandiri memang menjadi salah satu tujuan kita sebagai orang tua.  Tidak saja berharap sang buah hati menjadi mandiri tetapi juga bisa bertanggungjawab. Kondisi itulah yang pada akhirnya akan membuat kita sebagai orang tua akan berusaha berbagai cara agar sang buah hati sejak diri sudah bisa tumbuh rasa kemandiriannya. 

Banyak cara dilakukan  kedua orang tua untuk membuat sang buah hati lebih bersikap mandiri. Tidak saja dengan aktivitas yang secara langsung ataupun tidak secara langsung. Semua hal itu pada akhirnya akan membuat kita sebagai orang tua tahu bahwa untuk menjadikan pribadi yang mandiri memang tidak bisa dengan cara instan. Perlu adanya konsistensi dan berkesinambungan sehingga keberadaan sang buah hati dengan konsep mandirinya bisa berjalan sesuai dengan  apa  yang kita harapkan sebagai  orang tua. 

Nah bagi orang tua yang saat ini masih bingung atau belum tahu cara  terbaik untuk bisa mengarahkan sang buah hatinya agar bisa bersikap dewasa atau mandiri. Berikut kami coba jelaskan beberapa  hal yang akan bisa memberikan satu pembelajaran  bagaimana membuat sang buah hati menjadi lebih mandiri walaupun berada di rumah  : 

 

  1. Walau terkadang tidak tega, tetapi sesekali kita sebagai ayah dan bunda perlu melakukan rasa tega kepada sang buah hati kita di rumah. Bukan untuk maksud lain-lain, tetapi agar kita terbiasa untuk bersikap tegas kepada sang buah hati. Karena dampaknya akan membuat sang buah hati menjadi cepat berfikir dewasa. 
  2. Cara  terbaik yang bisa dilakukan oleh kita sebagai orang tua adalah jangan selalu membantu apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab dirinya. Dengan cara seperti itu maka sang buah hati akan terbiasa untuk selalu melakukan semua hal secara mandiri. Kita sebagai orang tua boleh sesekali membantu selama pada akhirnya tidak menjadi satu kebutuhan  untuk selalu membantu mereka.
  3. Bisa juga anak kita arahkan untuk membantu pekerjaan kita di rumah. Tujuannya adalah agar kita sebagai orang tua selalu membiasakan diri kepada sang buah hati agar tahu pekerjaan dan apa yang menjadi tugas  sang buah hati di rumah. Dengan kita selalu mengajarkan kepada sang buah hati untuk tahu apa yang jadi pekerjaan di rumah maka sang buah hati akan terbiasa untuk selalu melakukan apa yang jadi tugasnya. 
  4. Tetapi ingat wahai ayah dan bunda, pada saat mengajarkan sang buah  hati untuk mencoba membantu pekerjaan di rumah jangan sesekali untuk memaksakan keinginan  kita. Karena ketika kita melakukan hal  itu di takutkan sang buah hati justru menjadi kurang berkenan. Jadi cobalah untuk mengajaknya dengan cara perlahan. 
  5. Lakukan semua hal itu secara konsisten untuk ayah bunda, karena sesuatu yang dilakukan secara konsisten hasilnya akan lebih baik. Apapun kondisinya coba selalu ajak sang buah hati  untuk selalu melakukannya bersama-sama. Jika hal ini terus dilakukan maka lambat laun sang  buah hati akan terbiasa untuk mengikuti apa yang menjadi keinginan kita sebagai orang tuanya. Sehingga semua hal bisa berjalan dengan cukup baik bagi kedua belah pihak. 
  6. Yang terakhir perlu kita sebagai orang tua lakukan kepada sang buah hati adalah coba membuat kesepakatan bersama di dalam rumah. Jika sang buah hati setuju maka semua pekerjaan bisa dijalankan tanpa adanya paksaan. Sehingga baik ayah dan  bunda dan juga buah hati masing-masing akan tahu apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. 


Itulah beberapa hal mudah yang  bisa kita jalankan di rumah untuk mendidik buah hati kita selama di rumah. Semua hal itu dimaksudkan agar buah hati  terbiasa untuk melakukan hal-hal kecil yang ada di rumah. Dengan cara seperti itu maka lambat laun sang anak akan tumbuh rasa kedewasaan dan kemandirian yang akan membuat kita sebagai orang tua bangga bahwa sang buah hati kita sudah semakin tahu dan paham terkait apa yang menjadi keinginan kita.  Itulah tujuan akhir yang ingin kita tanamkan pada sang buah hati semasa dirinya masih kecil.  Ketika dirinya dewasa maka sang buah hati akan dengan mudah mengetahui dan memahami apa yang sebaiknya  harus dirinya lakukan. 

 

Comments (0)

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

Balas Chat
1
Hi, Laskar UI di sini. Bisa dibantu?
Hi, Laskar UI di sini. Bisa dibantu?