| Pendaftaran Siswa
08222 333 1144 I 0812 1233 2163
Selamat Datang di Laskar UI!

8 Cara Bagaimana Memupuk Disiplin Pada Anak

8 Cara Bagaimana Memupuk Disiplin Pada Anak
December 29, 2020 laskarui
In Uncategorized
8 Cara Bagaimana Memupuk Disiplin Pada Anak

Sikap disiplin memang seharusnya sudah menjadi kebiasaan kita selagi masih kecil.   Karena dengan membiasakan diri untuk disiplin, maka ketika besar kita akan terbiasa untuk menjalankan disiplin dengan mudah. Tetapi yang jadi masalah adalah, ketika masih kecil  bagaimana kita mencoba menerapkan disiplin itu pada anak-anak kita.

Masalah disiplin memang  lebih baik kita sebagai orang tua mengajarkannya sejak anak  masih kecil.  Dimana kondisi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, pada akhirnya bisa menjadi cara termudah bagi kita para  orang tua.  Sekalipun butuh kesabaran dalam menumbuhkan kedisiplinan pada anak. Tetapi dengan kesabaran dan ketelatenan kita sebagai orang tua pada akhirnya seorang anak pasti akan bisa melakukan kedisiplinan seperti apa yang  kita inginkan.

Setidaknya ada  beberapa cara atau tips yang bisa kita jalankan selama di rumah, agar anak- anak kita bisa menerapkan kedisiplinan. Dimana ke-8 cara tersebut mudah untuk kita lakukan, yang penting adalah butuh konsistensi dan ketelatenan kita sebagai orang tua untuk memberikan contoh terbaiknya pada anak-anak kita.

Konsep Pertama: Mencoba mengembangkan satu manajemen waktu.

Sejak kecil jika anak-anak kita sudah dibiasakan  untuk melakukan manajemen waktu, maka hal itu juga akan menjadikan mereka terbiasa untuk disiplin. Karena manajemen waktu adalah salah satu cara untuk melakukan disiplin. Dengan manajemen waktu yang coba kita ajarkan pada anak-anak pada saat di rumah, maka mereka akan terbiasa untuk menjalankan disiplin secara baik. 

Konsep Kedua: Cobalah untuk mengabaikan kondisi anak pada saat mereka sedang tidak mood.

Dengan melakukan hal ini, bukannya kita ingin mengabaikan anak-anak kita. Tetapi hal ini untuk memberikan pelajaran pada anak-anak bahwa  tidak semua apa yang dia inginkan itu  harus dituruti. Dengan cara seperti itu maka anak-anak akan terbiasa untuk bersikap dewasa, walau pada akhirnya perlu waktu untuk membuat mereka tahu kondisi seperti  itu.

Konsep Ketiga: Mencoba untuk menyingkirkan  barang-barang yang selalu jadi kesukaan anak.

Cara ini bisa menjadi salah satu cara untuk membuat anak tidak selalu fokus dengan barang mainannya.  Karena jika anak masih terus fokus dengan barang yang jadi mainannya maka akan sulit bagi kita sebagai orang tua untuk mengarahkan dirinya untuk bisa menjalankan manajemen waktu selama dirinya dalam rumah.

Konsep Keempat: Cobalah untuk membiarkan anak-anak menghadapi konsekuensi atas tindakannya.

Kadang kita sebagai orang tua mesti tega,  hal itu kita lakukan agar anak-anak kita bisa menjadi lebih dewasa dalam menyikapi kondisi yang ada. Itulah sebabnya, tatkala anak-anak kita melakukan kesalahan, biarkan mereka menerima konsekuensinya agar mereka bisa tahu bahwa setiap perbuatan itu ada konsekuensinya. Dengan  cara tersebut maka anak-anak kita akan bisa jadi lebih baik dalam bersikap. 

Konsep Kelima: Sesekali coba untuk mengungkapkan perasaan anda sebagai orang tua kepada anak.

Bagi kita sebagai orang tua,  mengungkapkan apa yang jadi perasaan dan keinginan kita kepada sang anak memang perlu dilakukan. Sekalipun hal itu bisa membuat anak-anak kita kurang suka. Namun demi terciptanya rasa disiplin yang ada pada anak-anak kita maka hal  itu sesekali perlu dilakukan. Sehingga kita dalam keluarga terbiasa untuk saling mengungkapkan apa yang jadi uneg-uneg atau keinginan yang terpendam. 

Konsep Keenam: Memberikan Pilihan yang  terbaik pada anak-anak, hal itu bisa membuat anak terbiasa menentukan pilihan.

Jika anak sedari dini sudah terbiasa untuk melakukan pilihan, maka ketika dirinya dewasa mereka akan   terbiasa untuk selalu mudah menentukan pilihan hidupnya. Tetapi jika anak sedari kecil sulit menentukan pilihan maka pada saat dewasa-pun mereka akan sulit menentukan pilihannya dengan baik. Itulah sebabnya, kita sebagai orang tua berusaha untuk membiasakan kondisi tersebut pada saat anak-anak kita masih kecil.

Konsep Ketujuh:  Jangan ragu untuk kita sebagai orang tua sesekali memberikan tugas kepada anak-anak kita.

Sebuah tugas bisa memiliki dua tujuan, pertama agar anak-anak kita menjadi taat dan disiplin dalam menjalankan tugas yang  diberikan orang tua selama di rumah. Kedua adalah agar anak-anak terbiasa untuk selalu ambil bagian dalam aktivitas di dalam rumah. Dengan kondisi seperti itu, maka kita baik orang tua ataupun anak akan selalu terbiasa akan artinya persamaan.

Konsep Kedelapan: Pada saat anak-anak melakukan hal baik sesuai dengan apa yang kita harapkan, cobalah memberikan hadiah (reward).

Perlakuan ini bukan bermaksud untuk mendidik anak menjadi bersifat komersial. Tetapi hal ini  bisa diajukan sebagai salah satu cara untuk mendidik anak agar  bisa menjadi lebih baik.  Pemberian hadiah bisa jadi sebuah cara terbaik bagi orang tua agar anak-anak kita bisa menjadi lebih baik. Dimana hadiah hanya sebagai trigger agar mereka bisa tahu, bahwa ketika kita melakukan hal yang sesuai dengan apa yang diharapkan orang tua kita, wajar jika orang tua memberikan penghargaan.

Itulah beberapa langkah atau cara yang bisa kita jalankan sebagai orang tua dalam mendidik dan mengarahkan anak. Sehingga dengan cara-cara seperti itu kita sebagai orang tua akan terbiasa untuk mengarahkan anak-anak bersikap disiplin. Karena kedisiplinan itu lebih baik terbentuk sejak mereka masih kecil. Jika mereka sudah dewasa  justru menumbuhkan kedisiplinan  itu akan lebih sulit.  Itulah sebabnya, kita sebagai orang tua sebaiknya  jangan ragu untuk memberikan contoh-contoh terbaik bagi anak-anak kita. Karena kedisiplinan itu adalah bekal terbaik bagi anak-anak kita untuk bisa hidup lebih baik di masa depan.

Disamping beberapa hal yang telah dijelaskan diatas, kita  juga bisa melakukan beberapa guna memberikan contoh terbaik bagi anak agar mereka bisa menjadi pribadi yang lebih disiplin.  Dan di antara beberapa hal  yang bisa kita lakukan sebagai orang tua adalah sebagai berikut :

  • Biasakan kita sebagai orang tua selalu memberikan pengertian terhadap  hal apa saja yang ingin kita lakukan terhadap anak-anak kita. Dengan cara seperti ini maka anak-anak kita akan terbiasa untuk memahami apa yang diharapkan oleh orang tua kita kepada anak-anak kita selama mereka masih kecil.
  • Cobalah untuk selalu memberikan contoh atau cerminan yang baik pada anak-anak kita. Dengan cara seperti itu maka anak akan mencontoh apa yang telah dilakukan oleh orang tuanya. Ini sama saja dengan kita sebagai orang tua contoh terbaik bagi anak-anak kita. Semakin sering kita sebagai orang tua memberikan contoh terbaik pada anak-anak kita maka mereka akan terbiasa untuk mencontoh hal positif yang diberikan oleh orang tuanya.

Namun jika semua hal yang telah dijelaskan diatas tidak bisa dijalankan secara maksimal oleh anak-anak kita. Maka cara terbaik yang bisa kita lakukan sebagai orang tua adalah mencoba mencarikan alternatif solusi. Dimana alternatif solusi yang bisa kita  jalankan adalah dengan memasukan anak kita dalam model pendidikan  Homeschooling. 

Salah satu  Homeschooling yang bisa kita pilih sebagai orang tua adalah Homeschooling Laskar UI. Ini adalah salah satu model homeschooling yang bisa menjadi mitra orang tua dalam mendidik anak agar mereka bisa disiplin. Karena guru-guru yang ada dalam  Laskar UI Homeschooling adalah mereka tahu bagaimana cara mendidik dan mengarahkan anak-anak kita agar mereka bisa lebih disiplin.   Jika ingin tahu seperti apa konsep belajar yang ada di Laskar UI Homeschooling bisa masuk ke website berikut : Https://laskarui.com/homeschooling.

Comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Balas Chat
1
Hi, Laskar UI di sini. Bisa dibantu?
Hi, Laskar UI di sini. Bisa dibantu?