| Pendaftaran Siswa
08222 333 1144 I 0812 1233 2163
Selamat Datang di Laskar UI!

6 Tipe Model dan Metode Homeschooling di Indonesia

6 Tipe Model dan Metode Homeschooling di Indonesia
November 6, 2020 laskarui
In News
metode homeschooling

Homeschooling merupakan aktivitas belajar atau model pendidikan yang dilaksanakan di rumah maupun tempat lainnya selain di sekolah. Homeschooling memiliki pengaturan sendiri dalam penyelenggaraan pendidikan, nilai yang hendak dikembangkan, tujuan pendidikan, keterampilan dan kecerdasan, materi dan kurikulum serta metode ataupun praktek mengajar. Terdapat 6 model dan metode homeschooling yang diterapkan di Indonesia.

Jenis-jenis Homeschooling di Indonesia

Istilah lain dari homeschooling adalah home based learning, home education atau sekolah mandiri. Homeschooling dilaksanakan dengan menyesuaikan kebutuhan, kemampuan dan juga potensi anak. Sistem pembelajaran dari homeschooling ini dirancang agar anak menjadi nyaman, senang dan tidak merasa terbebani atau terpaksa dalam belajar. Dengan demikian, hasil belajar yang dicapai oleh anak pun menjadi optimal.

Menurut Mulyadi, terdapat 3 jenis homeschooling di Indonesia, yaitu :

1. Homeschooling tunggal

Jenis homeschooling ini dilakukan oleh orang tua dalam keluarga tanpa bergabung dengan homeschooling lainya. Jenis ini diterapkan karena alasan dan tujuan khusus yang tidak bisa dikompromikan atau diketahui oleh komunitas lainnya.

2. Homeschooling majemuk

Jenis kedua ini merupakan homeschooling yang dilakukan oleh dua atau lebih keluarga dengan kegiatan tertentu dan kegiatan pokok tetap dilakukan oleh orang tua masing-masing. 

3. Komunitas homeschooling

Jenis ini merupakan gabungan dari kedua jenis homeschooling sebelumnya yakni tunggal dan majemuk dengan menentukan dan menyusun bahan ajar, silabus, jadwal pembelajaran, sarana dan prasarana belajar.

Model dan Metode Homeschooling di Indonesia

Model dan metode homeschooling merupakan bungkus, wadah atau cover dari proses dilaksanakannya homeschooling. Jika kita memilih model, maka proses pendidikan yang dijalankan harus mengikuti cara kerja dan prinsip dari model tersebut. 

Lalu apa saja model dan metode homeschooling di Indonesia dan bagaimana cara memilih model dan metode homeschooling yang tepat sesuai dengan kebutuhan keluarga kita? 

Berikut ulasannya!

1. School at Home (sekolah di rumah)

Model dan metode homeschooling ini mengacu pada sekolah. Ciri-ciri dari sekolah di rumah ini adalah menggunakan kurikulum internasional atau nasional, bersifat berjenjang dan terstruktur, mata pelajaran kompleks sebagaimana yang ada di sekolah, ada evaluasi atau ujian periodik, memanfaatkan buku pelajaran sebagai sumber bahan ajar.

Orang tua mengambil model sekolah di rumah ini karena sekolah merupakan pendidikan yang banyak digunakan di negara Indonesia. Sistem sekolah dianggap lebih familiar sehingga memudahkan para orang tua untuk menerapkan school at home.

2. Unschooling

Model dan metode homeschooling yang kedua adalah unschooling yang dipelopori oleh pendidik asal Amerika, John Holt yang mengkritik kegiatan sekolah di pertengahan tahun 1960 an. Ia berpendapat bahwa organisasi sekolah tidak bisa mengeluarkan potensi serta melemahkan antusiasme belajar anak.

Menurutnya, anak-anak yang berusaha menghafal begitu banyak materi bukan karena mereka merasa senang namun karena takut akan mendapatkan nilai yang buruk hingga mempengaruhi kelulusannya. Hal inilah yang menjadikan John Holt mengembangkan unschooling. Model ini mempunyai pAndangan yang bertolak belakang dengan model school at home. 

Prinsip dari model unschooling ini adalah alam atau lingkungan sebagai tempat belajar terbaik, keinginan belajar anak bersifat alami, keterlibatan orang dewasa atau orang tua yang berlebihan dapat mengganggu proses alami dari masing-masing anak. Meskipun masih kecil, namun anak tetaplah individu dengan perasaan dan opini yang perlu diperhatikan.

Berdasarkan prinsip tersebut, model dan metode homeschooling ini berjalan secara alami serta mengikuti kebutuhan anak. Orang dewasa atau orang tua bertugas sebagai fasilitator yang menuntun anak untuk mandiri dan belajar secara aktif. 

3. Classical homeschooling

Model dan metode homeschooling ini mengacu pada model pendidikan yang ada apa abad pertengahan Yunani. Model ini lebih mengutamakan sejarah, studi literatur, aktivitas intelektual yang disiplin dan terstruktur. Materi yang diajarkan pada anak lebih banyak memanfaatkan karya besar dari para tokoh di abad pertengahan. 

Melakukan riset, berdiskusi, menulis serta berdebat merupakan gaya belajar yang paling sering dipraktekkan. Umumnya, sistem belajar model dan metode homeschooling ini menekankan pada kemampuan anak untuk berpikir logis. 

4. Charlotte Mason

Model dan metode homeschooling berikutnya adalah Charlotte Mason. Nama tersebut diambil dari seorang pendidik yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan anak. Ia yakin bahwa aktivitas belajar tidak harus mengurung anak dalam lingkungan buatan. 

Namun menurutnya, belajar adalah memanfaatkan kesempatan yang ada di dalam lingkungan keseharian anak dan membebaskan mereka belajar dari benda atau orang yang ada di sekitarnya. 3 hal penting yang menjadi dasar model homeschooling Charlotte Mason adalah :

  • Variasi  : anak membutuhkan pengetahuan beragam karena materi yang monoton dapat mematikan semangat belajar anak dan merasa sangat bosan untuk belajar
  • Kuantitas : anak membutuhkan banyak sekali ilmu pengetahuan untuk mengembangkan kreativitas mereka. Tentunya pengetahuan ini disesuaikan dengan apa yang ada di lingkungan baik orang atau benda nyata yang ada di sekitarnya.
  • Kualitas : anak membutuhkan gaya belajar dan pengetahuan yang bermutu. Bukan hanya sebatas buku les dengan beragam teori namun tidak bisa diterapkan dalam dunia nyata.

5. Montessori

Maria Montessori, tokoh pendidikan dari Italia memiliki gagasan yang unik perihal pendidikan anak. Gagasan tersebut kemudian dijadikan inspirasi bagi para orang tua maupun sekolah untuk menerapkannya. Tata cara model homeschooling Montessori adalah 

  • Anak sebagai subjek utama pendidikan. Orang tua dan orang dewasa hanya dituntut untuk menciptakan lingkungan yang kondusif agar proses belajar lebih mudah.
  • Perangkat belajar dan materi yang digunakan sesuai dengan usia anak dan disusun teratur
  • Menggunakan alat peraga agar anak menjadi lebih mudah dalam memahami pelajaran.
  • Model ini tidak membagi kelas berdasarkan usia. Montessori membagi anak berdasarkan pada kurikulum yang ditempuh. Dengan demikian, anak-anak memiliki kebebasan untuk berinteraksi dengan lintas usia.

6. Eclectic homeschooling

Model selanjutnya adalah eclectic homeschooling yang merupakan model netral karena menggunakan prinsip “mix and match”. Model ini mengambil kemudahan dan kebaikan dari tiap model yang ada, kemudian dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi keluarga. 

Pahami juga model dan metode dan manfaat dari homeschooling

Pemahaman mengenai model dan metode homeschooling yang ada di Indonesia ini memberikan kesempatan besar pada kita untuk menentukan mana model homeschooling yang tepat dan sesuai dengan tujuan pendidikan keluarga. 

Jika kita sudah menentukan model terbaik yang sesuai dengan kebutuhan maka selanjutnya kita bisa mempelajarinya dan mencari manfaat model tersebut bagi tumbuh kembang serta pengetahuan anak. Jangan lupa juga untuk memikirkan resiko yang mungkin terjadi baik pada anak maupun orang tua jika menerapkan model homeschooling tersebut. 

Yang harus diingat bahwa tidak ada model dan metode homeschooling terbaik dan terburuk. Usahakan untuk menjadikan anak beserta keluarga Anda sebagai salah satu indikator untuk menentukan baik atau tidaknya suatu model homeschooling.

Selama proses pembelajaran, usahakan untuk memperhatikan apakah anak merasa menikmati proses belajar mereka, apakah kira-kira bakat, minat dan potensi yang bisa dikembangkan dan apakah sikapnya menjadi lebih baik ? Hal tersebut sangat penting untuk diperhatikan untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal sesuai dengan harapan Anda.

Selain itu, orang tua diharapkan untuk mampu bersikap fleksibel. Misalnya Anda sudah memilih suatu model homeschooling dan menerapkannya pada anak Anda namun ternyata penerapan model tersebut membuat anak merasa tertekan dan tidak nyaman. 

Sebagai orang tua yang peka sepantasnya Anda harus mencari model homeschooling yang lain dan sesuai dengan karakter serta kebutuhan anak. Dengan demikian, proses pendidikan dapat berjalan dengan efektif.

Laskar UI – Pilihan terbaik untuk Masa Depan Anak

Laskar UI merupakan lembaga les privat guru datang kerumah, homeschooling, bimbel, serta persiapan tes pilot terbaik yang ada di Indonesia. Kami menyediakan sekitar 2000 tenaga pengajar yang merupakan alumni dan mahasiswa dari Universitas Indonesia, IPB, ITB, UNPAD, UGM, STAN, UNJ, STIS dan juga universitas ternama lainnya di Indonesia. 

Para pengajar yang ada di Laskar UI sudah melewati proses seleksi yang sangat ketat serta  diikuti pembekalan pelatihan untuk masing-masing guru sehingga pengajar dapat mengajar dengan baik dan maksimal. 

Kami menyadari bahwa hanya dengan menyediakan guru-guru berkualitas terbaik saja tidak cukup namun juga memberikan hasil terbaik serta memuaskan untuk para siswa kami. Jadi tentukan model dan metode homeschooling dari sekarang dan jangan ragu untuk bergabung!

Comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Balas Chat
1
Hi, Laskar UI di sini. Bisa dibantu?
Hi, Laskar UI di sini. Bisa dibantu?