Artikel

Smartphone? Think Again!
September 24th, 2015

Sebagai orang tua tentu akan sangat wajar jika ingin selalu menuruti semua yang anak inginkan. Dengan segala upaya akan kita pakai untuk mengabulkan permintaannya, bahkan tidak jarang rengekan dan tangisan mereka membuat kita sebagai orang tua risih saat mendengarnya. Seperti halnya ketika anak kita ingin memiliki smartphone sama seperti teman sebayanya, apakah kita harus serta merta menuruti keinginannya? Ada beberapa hal yang perlu kita ingat sebelum mengabulkan permintaan mereka :
1.    Suatu hal yang wajar tidak selalu benar.
Perlu disadari bahwa merupakan kewajaran jika ada naluri ingin selalu menuruti keinginan anak, namun menjadi tidak benar ketika hal itu dilakukan tanpa pertimbangan yang matang. Misalnya seberapa besar kebutuhan mereka akan alat elektronik tersebut?
2.    Ingat, usia bukan segalanya!
Berapa usia anak anda sekarang? 6th? 8th? 10th? 12th? 15th? Apakah anda yakin anak anda sudah membutuhkan smartphone?  (di Amerika batasan untuk memiliki smartphone adalah usia 12th). Sebagai orang tua harus mempertimbangkan tingkat kedewasaan dan kemampuan bertanggungjawab yg dimiliki anak.
Sudah yakinkah bahwa anak anda sudah memiliki kedewasaan dan tingkat tanggungjawab yang tinggi? Jika jawabannya “belum” maka urungkan niat anda untuk membelikan smatrphone untuk anak!
3.    Dibalik hal positif yang akan didapat, banyak hal negatif yang akan membuat buah hati kita dewasa sebelum waktunya.
Sangat miris melihat anak-anak usia SD yang bertingkah polah layaknya orang dewasa, tak lagi malu-malu mengumbar kata cinta bahkan foto mesra di akun jejaring sosial. Atau anak SMP yang melakukan kekerasan terhadap temannya, tak tanggung-tanggung mereka unggah video ke jejaring sosial. Lalu pertanyaannya adalah; apakah sebagai orang tua kita rela membiarkan buah hati kita otaknya harus dijejali hal-hal negatif dari tayangan TV dan berbagai jejaring sosial?
4.    Jangan lupa selalu cek  gadget dan laptop anak. Jika perlu, batasi penggunaan smartphone anak setiap harinya.
Jika anda bernniat membelikan smartphone untuk sang buah hati pastikan anda meluangkan waktu untuk mengecek dan memastikan anak bertanggungjawab atas gadget yang mereka punya (tidak digunakan untuk hal-hal negatif). Bertemanlah dengan mereka di akun jejaring sosial yang mereka miliki sehingga dapat memantau dan bisa mengingatkan saat mereka tidak menggunakan kepercayaan anda dengan bijak. Jika perlu, berlakukan jam-jam khusus dimana mereka bisa menggunakan smartphone-nya, dan kapan saja mereka tidak diperkenankan memakainya.
Nah beberapa hal tersebut semoga bisa menjadi pertimbangan kita sebagai orang tua mengenai keinginan anak untuk memiliki smartphone.
Saat beberapa negara maju mulai melarang penggunaan smartphone pada anak, kita justru berlomba membelikan alat elektronik (IPAD, Tablet, smartphone) untuk membuat anak berhenti menangis. Satu hal lagi yang perlu diingat adalah; membelikan smartphone untuk anak tidak sesederhana membelikan es krim atau biskuit kesukaan mereka. Namun ada masa depan mereka yang harus menjadi taruhan.

Bagikan  

Ikuti Kami Di